Sabtu, 16 April 2016

Tembang Gambuh (Tugas Bahasa Jawa)

Anggotanipun kelompok :
1.  Dea Ayu F (10)
2.  Elza Wida N (13)
3.  Mitha Purnatami (22)
4.  Nurma Yusyfa (25)
5.  Oktavien Anlyta SR (26)
6.  Walda Nimatu (32)

Tuladha 1
Ing wong urip puniku
(Dalam kehidupan manusia)
Aja nganggo ambek kang tetelu,
(Jangan sampai memiliki watak ketiga tadi)
Anganggowa rereh ririh ngati-ati,
(Milikilah sifat sabar, cermat, dan berhati-hati)
Den kawangwang barang laku,
(Selalu introspeksi pada tingkah laku)
Kang waskitha solahing wong.
(Pandailah membaca perilaku orang lain)

Makna : Sebagai manusia kita harus memiliki sifat sabar cermat dan berhati hati selalu intopeksi dan pandai membaca. (dadi manungsa awake dhewe kudu nduweni sifat sabar cermat lan nduwe ati ati sanuli intopeksi lan pinter maca)

Tuladha 2
Gya urip kang satuhu
(Hiduplah dengan sungguh)
Aja mung amburu bandha bandhu
(Janganlah harta benda diburu)
Nadyan tedha lantaraning urip iki
(Walau makan jadi prasyarat hidup ini)
dudu upa kang tinuju
(Bukan makan yang dituju)
urip tentrem bebarengan
(Tentram hiduplah bersama)

Makna : Kita hidup jangan semata mata untuk mencari harta. Meskipun makan adalah syarat hidup    tapi bukan itu yang dituju. Tapi hidup tentramlah yang dituju. (awake dhewe urip aja samata mata kanggo nggoleki banda. sanajan pangan yaiku syarat urip ning dudu kuwi sing dituju. ning urip tentramlah sing dituju. )

Tuladha 3

Aja kakehan sanggup,
(Jangan terlalu merasa tahu banyak. )
durung weruh tuture agupruk,
(Belum melihat dengan mata kepala sendiri tetapi banyak berbicara,)
tutur nempil panganggepe wruh pribadi,
(bahkan hanya dengan mendengar seolah-olah mengetahui sendiri)
pangrasane keh kang nggunggung,
(Dikiranya banyak yang menyanjung,)
kang wus weruh amalengos.
padahal yang mengetahuinya akan memalingkan muka.
Makna :  
Aja mangerteni yen kita ora ndeleng dhewe , ora mung krungu bakal kaya yen padha ngerti. (Jangan merasa tahu jika kita belum melihat sendiri,Jangan hanya dengan mendengar menjadi seolah olah tahu)



Prinsip – prinsip akuntansi

Prinsip – prinsip akuntansi

1.      Prinsip kesatuan usaha
Suatu anggapan bahwa akuntansi diterapkan pada suatu unit ekonomi yang merupakan suatu kesatuan usaha yang brdiri sendiri,terpisah dari unit ekonomi lainnya juga dari pemiliknya
Yang artinya : prinsip ini diterapkan pada suatu unit ekonomi yang kesatuan usahanya beridiri sendiri terpisah dari unit lainnnya juga dari pemiliknya. Dan dalam pelaksanaannya ada pemisahan antara harta dan kwajiban perusahaan dengan harta dan kwajiban pemiliknya atau dengan harta dan kwajiban perusahaan lainnya.
2.      Prinsip kontinuitas
Suatu anggapan bahwa akuntansi diterapkan pada suatu perusahaan yang didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas,atau dalam keadaan normal akan terus menjalankan usahanya. Prinsp ini memungkinkan adanya beban – beban (baya – biaya) yang ditangguuhkan pembebanannya misalnya,penurunan nilai (penyusutan) gedung atau mesin mesin yang digunakan.
Yang artinya : akuntansi pada suatu unit usaha tersebut akan terus mennjalankan usahanya dalam jangka waktu yang tidak terbatas dan dalam keadaan normal.
3.      Prinsip konservatisme
Perinsip berhati – hati dalam penyusunan dan pelaporan laba bersih. Dengan hal ini pendapatan bersih cenderung dilaporkan dengan jumlah yang lebih kecil,sehingga timbul kecenderungan untuk memilih metode penilaan harta yang menghasilkan pendapatan bersih yang lebih kecil.
Yang arrtinnya : penyyusun laporan keuangan dengan nilai direndahkan. Prinsip ini mengarahkan akuntan atau pelaku akuntansi untuk mengantsipasi jika terjaadi kerugian.
4.      Prinsip konsistensi
Prinsip ini menuntut konsequen dalam menerapkan metode – metode atau ketentuan – ketentuan.
Yang artinya : suatu meode yang telah diterapkan dalam tahun (periode) yang lalu,hendaknya diterapkan pada periode sekarang dan periode yang akan datang.
5.      Prinsip cukup berarti atau meteriality
Pencatatan suatu jjumlah dalam pos yang salah dapat diabaikan . jumlah atau pos tersebut tidak cukup penting (materal). Misalnya pembelian sebuah kendaraan angkutan sebesar Rp. 20.000.000; dalam laporan keuangan diinformasikan atau tercatat dalam pelaporan. Hal ini dapat diabaikan jika total nilai harga yang dimilikki perusahaan yang bersangkutan , minmal Rp. 500.000.000; tetapi jumlah
Rp. 20.000.000 cukup berarti,
jika total nilai harta perusahaan sebesar Rp. 200.000.000.

prinsip ini juga diterapkan dalam pprosedur pencatatan pengeluaran yang berhubungan dengan aktiva tetap.

AKUNTANSI ADALAH

AKUNTANSI ADALAH

            Menurut sejarah, akuntansi ada  sejak manusia mengenal uang. Mereka melakukan pencatatan mengenai keluar masuknya uang, timbulnya hutang piutang, serta transaksi transaksi lain. Awalnya mereka melakukan pencatatan diatas lempengan tanah liat yang kemudain berkembang dengan mengguanakan lontar. Evolusi akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan ( Double – Entry )oleh pedagang Venesia. Dimana Double – Entry merupakan pencatatan transaksi dalam 2 aspek yaitu debit dan kredit yang akhirnya harus seimbang.

            Apa itu Akuntansi? Menurut KBBI, akuntansi didefinisikan sebagai seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu keatuan ekonomi. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis”. Jadi didalam akuntansi, kita akan mempelajari bagaimana suatu transaksi keuangan dapat dikomunikasikan dan dimanfaatkan oleh  manajer, pengambil keibijakan, serta pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Selain itu, belajar akuntansi bertujuan untuk menyajikan laporan keuangan yang akurat.
Banyak orang berpendapat bahwa kuliah di akuntansi hanya berisi mengenai debit-kredit ataupun jurnal-menjurnal. Pada dasarnya “hal” itu memang inti dari kuliah di akuntansi, namun, pada kenyataannya tidak hanya “hal” tersebut saja yang dipelajari. Kita bisa belajar auditing, statistika, perpajakan, ilmu-ilmu mengenai manajeman dan bisnis, serta ilmu lain yang menyangkut dunia perekonomian. Bahkan, dengan adanya perkembangan zamaan, dunia akuntansi juga semakin dekat dengan bidang IT. So, jangan anggap remeh akuntansi.

            Lalu, mau jadi seorang lulusan akuntansi? Tentu akan menjadi seorang akuntan. Pada dasarnya akuntan dapat digolongkan menjadi 4, yaitu

1. Akuntan Publik, adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu.

Akuntan publik dapat memberikan jasa pemeriksaan (audit), jasa perpajakan (tax service), jasa konsultasi manajemen (management advisory services) dan jasa akuntansi (accounting services)

2. Akuntan Manajemen, adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Tugas yang dikerjakan adalah penyusunan sistem akuntansi, penyusunan laporan akuntansi kepada pihak intern maupun ekstern perusahaan, penyusunan anggaran, menangani masalah perpajakan dan melakukan pemeriksaan intern.

3. Akuntan Pemerintah, adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan pemerintah seperti di departemen, BPKP dan BPK, Direktorat Jenderal Pajak dan lain-lain.

4. Akuntan Pendidik, adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian di bidang akuntansi.

Jadi, seorang akuntan pasti dibutuhkan oleh berbagai perusahaan atau instansi, karena diamanapun itu pasti ada aktivitas keuangan. Lihat saja pada lowongan-lowongan pekerjaan, tentu banyak sekali yang membutuhkan jasa seorang akuntan. So, berbanggalah kalian menjadi bagian dari dunia akuntansi.




Bidang – Bidang Akuntansi

            Kecenderungan untuk spesialisai yang disebabkan perkembangan  perusahaan, timbulnya sistem perpajakan baru dan bertambahnya pengaturan-pengaturan oleh pemerintah terhadap kegiatan perusahaan, menyebabkan akuntansi memiliki berbagai bidang kekhususan (bidang akuntansi).
Bidang – bidang akuntansi diantaranya  adalah:

1.   Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

            Bidang ini berkaitan dengan akuntansi  untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Bidang ini  berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pihak-pihak di  luar perusahaan. Laporan yang dihasilkan bersifat serba guna  (general purpose). Akuntansi Keuangan adalah bidang Akuntansi yang kegiatannya meliputi pencatatan kegiatan finansial yang bertujuan untuk dapat menyajikan laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal atau laporan laba ditahan selama jangka waktu tertentu. Laporan keuangan ini dapat dimanfaatkan oleh pihak- pihak yang membutuhkan sebagai informasi guna pengambilan keputusan dan kebijakan yang rasional dan relevan.

2.   Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)

            Pemeriksaan Akuntansi (auditing) adalah bidang Akuntansi yang melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap hasil pencatatan dan laporan keuangan suatu badan, baik perusahaan maupun pemerintah. Bidang ini berhubungan dengan audit secara bebas  terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan.  Walaupun tujuan utama audit adalah agar informasi akuntansi  yang disajikan dapat dipercaya namun terdapat tujuan lainnya  seperti ketaatan terhadap kebijakan, prosedur serta menilai  efesiensi dan efektifitas suatu kegiatan. Konsep yang mendasari  auditing adalah objektifitas dan independensi dari pemeriksa serta kerahasiaan serta pengumpulan bukti-bukti yang cukup relevan.

3.   Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

            Akuntansi Manajemen adalah bidang Akuntansi yang bertujuan memberikan informasi kepada manajemen dalam menjalankan usahanya. Banyak hal yang terdapat dalam Akuntansi Biaya yang data-datanya dimanfaatkan oleh Akuntansi Manajemen. Jadi, meskipun kedua bidang akuntansi ini berbeda tujuannya, namun dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara bersamaan

            Beberapa kegunaan akuntansi  manajemen adalah mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan. Pengendalian perusahaan melalui aktivitas yang dijalankan (activity based management) merupakan tren baru dalam akuntansi manajemen.








4.  Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
            Akuntansi Biaya adalah bidang Akuntansi yang mencatat dan menghitung serta menganaiisis data biaya pada perusahaan industri dalam usaha menentukan besalnya harga pokok produksi suatu barang atau produk. Untuk itu dengan Akuntansi Biaya akan didapatkan laporan harga untuk menyusun laporan keuangan.
            Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas biaya. Akuntansi biaya telah mengarahkan pada penetapan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing). Fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan  menganalisis data mengenai biaya, baik biaya yang telah maupun yang akan terjadi.

5.  Akuntansi Perpajakan

            Perpajakan adalah bidang Akuntansi yang menekankan pada masalah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan atau perseorangan kepada pemerintah. Dalam perpajakan akan dibahas tentang hukum-hukum dan perhitungan-perhtiungannya dalam usaha menetapkan besamya pajak tersebut.

6.  Peranggaran (Budgeting) Peranggaran adalah bidang Akuntansi yang melakukan kegiatannya dengan menyusun anggaran, baik pendapatan maupun biaya atas         dasar. pedoman-pedoman tertentu maupun standar dari suatu badan. Anggaran merupakan pedoman bagi perusahaan, perorangan atau pemerintah dalam melakukan kegiatan finansialnya di masa yang akan datang.

            Bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengawasannya. Anggaran adalah sarana untuk menjabarkan tujuan perusahaan. Anggaran berisi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan serta nilai uangnya di masa datang.

7.  Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)

            Akuntansi Pemerintahan adalah bidang Akuntansi Keuangan yang diterapkan di lembaga pemerintahan. Akuntansi Pemerintahan ini bertujuan untuk menyajikan laporan keuangan, pengendalian dan pengawasan keuangan pemerintah/negara. Akuntansi pemerintahan diharapkan dapat mengatur administrasi keuangan negara dengan baik’

            Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi di badan pemerintahan. Akuntansi pemerintahan menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan dari administrasi keuangan negara.

8. Sistem Akuntansi (Accounting System) Sistem Akuntansi adalah bidang Akuntansi yang melaksanakan kegiatan dengan merancang cara melakukan pencatatan akuntansi supaya aman, efektif dan efisien, mulai dari mengorganisir dokumen, formulir-formulir dan menyusun prosedur pencatatannya.







Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum terdiri dari 10 macam di antaranya:

1. Prinsip Entitas
Ini menjelaskan konsep kesatuan usaha yang suatu usaha mesti berdiri sendiri dan terpisah dari usaha atau individu lain. Jadi, segala pencatatan akuntansi tidak diperkenankan bercampur-baur dengan pencatatan usaha atau individu lain termasuk pemiliknya sendiri.

2. Prinsip Satuan Moneter
Artinya konsep ini hanya mencatat transaksi yang dinyatakan dalam mata uang tanpa melibatkan bahagian nonkuantitatif seperti mutu layanan pelanggan dan prestasi pegawai pasalnya bahagian ini tidak dapat dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan.

3. Prinsip Kurun Waktu
Penilaian dan pelaporan keuangan suatu perusahaan dibatasi hingga waktu tertentu. Ini dimaksudkan agar suatu informasi keuangan dapat dihasilkan tanpa harus menunggu ketika usaha yang dijalankan telah tutup.

4. Prinsip Biaya Historis
Konsep yang mengharuskan penggunaan harga perolehan yang sesungguhnya dalam menilai harta atau jasa yang dibeli. Jika pada proses pembelian tawar-menawar terjadi, berarti yang dinilai yakni harga kesepakatan. Ada berbagai cara yang digunakan untuk menilai suatu harta/jasa meliputi nilai buku, nilai pasar, nilai tunai, dan nilai ganti.

5. Prinsip Pengungkapan Lengkap
Penyajian laporan keuangan harus informatif dan dimaklumkan sepenuhnya.

6. Prinsip Usaha Berterusan
            Anggapan bahwa suatu entitas ekonomi berjalan berkesinambungan tanpa ada kejadian pembubaran kecuali jika ada peristiwa tertentu yang dapat menyanggahnya.

7. Prinsip Mempertemukan
            Biaya dipertemukan dengan pendapatan karena adanya biaya yang dimaksud. Konsep ini akan menghasilkan nilai berupa penghasilan bersih selama kurun waktu tertentu. Konsep ini diterapkan biasanya ketika akan membuat jurnal penyesuaian di mana akan ada pengakuan dan biaya yang sesungguhnya.

8. Prinsip Pengakuan Pendapatan
            Pendapatan merupakan kenaikan harta karena telah terjadinya kegiatan usaha seperti penjualan, persewaan, penerimaan bagi hasil, dsb.

9. Prinsip Materialitas
Akuntansi diterapkan berdasarkan teori untuk menyeragamkan aturan namun pada kenyataannya tidak semua penerapan itu senantiasa menuruti teori yang dimaksud. Oleh karena itulah, tidak jarang terjadi pengungkapan informasi yang material atau immaterial.


10. Prinsip Konservatif

            Penyusunan laporan keuangan dengan nilai yang direndahkan. Prinsip ini mengarahkan akuntan atau pelaku akuntansi untuk mengantisipasi jika terjadi kerugian.

PENGGOLONGAN DAN KLASIFIKASI INDUSTRI

PENGGOLONGAN DAN KLASIFIKASI INDUSTRI

1.     Berdasarkan SK Menperin No 19 M/SK/1986
a.            Industri kimia dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi atau                         setengah jadi. Contoh : industri kertas, semen, pupuk, selulosa dan karet.
b.            Industri mesin dan logam dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan    baku      atau barang setengah jadi. Contoh : industri elektronika, mesin, pesawat terbang, perkakas, alat berat.
c.              Aneka industri, yaitu industri yang menghasilkan beragam kebutuhan konsumen. Contoh :      industri pangan, tekstil, kimia dasar, aneka industri bahan bangunan.
d.             Kelompok industri kecil, yaitu industri dengan modal kecil atau peralatan yang masih                 sederhana. Contoh : industri rumah tangga.

2.    Berdasarkan Tempat Bahan Baku
                a.    Industri ekstraktif, yaitu industri yang memperoleh bahan baku langsung dari alam.
                b.   Industri nonekstraktif, yaitu industri yang memperoleh bahan baku dai industri lain.
                c.    Industri fasilitataif, yaitu industri yang berupa pelayanan jasa kepada masyarakat.
3.    Berdasarkan Modal
                a.    Industri padat modal, yaitu industri dengan modal besar dan banyak menggunakan tenaga                mesin.
                b.   Industri padat karya, yaitu industri yang memerlukan banyak tenaga manusia.
4.   Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja
                a.    Industri rumah tangga, yaitu industri yang karyawannya < 5 orang.
                b.   Industri kecil, yaitu industri yang karyawannya 5-19 orang.
                c.    Industri sedang/menengah, yaitu industri yang karyawannya 20-99 orang.
                d.   Industri besar, yaitu industri yang karyawannya > 100 orang.
5.    Berdasarkan Lokasi Unit Usaha
                a.    Market oriented Industry, yaitu industri yang berorientasi pada pasar (konsumen).
                b.   Power oriented industry, yaitu industri yang berorientasi pada tenaga kerja.
                c.    Supply oriented industry, yaitu industri yang berorientasi pada tempat pengolahan.
                d.   Raw material oriented industry, yaitu industri yang berorientasi pada bahan baku.
                e.    Footloose oriented industry,  yaitu industri yang tidak berorientasi pada hal-hal tersebut di             atas.
6.   Berdasarkan Tahapan Proses Produksinya
                a.    Industri hulu, yaitu industri yang mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang              setengah jadi.
                b.   Industri hilir, yaitu industri yang mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi.
7.    Berdasarkan Produktifitas Perorangan
                a.    Industri Primer, yaitu industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih   lanjut.
                b.   Industri Sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang-barang yang membutuhkan      pengolahan lebih lanjut
                c.    Industri Tersier, yaitu industri yang bergerak di bidang jasa.
                d.   Industri Kwartier, yaitu industri jasa yang berbasis teknologi tinggi.
8.   Berdasarkan Pengelolaannya
                a.    Industri rakyat, yaitu industri yang diusahakan oleh rakyat.
                b.   Industri negara, yaitu industri yang diusahakan oleh negara dan umumnya merupakan         BUMN.
9.   Berdasarkan Asal Modal
                a.    PMPD (Penanaman Modal Dalam Negeri), yaitu industri yang modal keseluruhan berasal   dari penanaman modal dalam negeri oleh pemerintah atau pengusaha nasional.
                b.   PMA (Penanaman Modal Asing), yaitu industri yang modal keseluruhan berasal dari              penanaman modal asing.
                c.    Patungan (Joint Venture), yaitu industri kerjasama antara swasta nasional dengan swasta   asing.
10.Berdasarkan Hasil Produksi
                a.    Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin dan alat produksi.
                b.   Industri ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang jadi atau barang yang siap pakai dan            langsung dikonsumsi oleh masyarakat.
11.  Berdasarkan Bahan Dasar
                a.    Industri campuran, yaitu industri yang memproduksi lebih dari satu barang.
                b.   Industri trafik, yaitu industri yang seluruh bahan mentahnya diperoleh dari impor.
                c.    Industri konveksi, yaitu industri yang membuat pakaian jadi.
                d.   Industri perakitan (assembling), yaitu industri yang kegiatannya merakit beberapa                 komponen menjadi barang jadi.
12. Berdasarkan Pemasarannya
                a. Industri lokal (nonbasic), yaitu industri yang produknya hanya dipasarkan di dalam negeri.
                b.   Industri dasar (basic), yaitu industri yang hasilnya dipasarkan di dalam maupun di luar negeri.
13. Berdasarkan Bahan Mentah
                a.    Industri agraris, yaitu industri yang bahan mentahnya berasal dari hasil agraria.

                b.   Industri nonagraris, yaitu industri yang bahan mentahnya berasal dari hasil tambang.



Semoga bermanfaat:)

Senin, 14 Desember 2015

PROPOSAL USAHA (CONTOH)

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Konsep Bisnis
              1.1.1.Selera
Faktor utama yang menentukan kesuksesan dari usaha kuliner adalah citarasa makanannya. "Sesuaikan citarasa makanan dengan target pasar yang dituju. Lakukan survei pasar untuk menemukan apa yang diinginkan masyarakat,".
             
1.1.2.LifeStyle
Makanan sekarang ini bukan hanya sebagai pemuas rasa lapar, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup. "Jakarta merupakan salah satu kota yang menjadikan makanan sebagai bagian dari gaya hidup keseharian mereka,". Jika pandai melihat peluang yang ada, dan menggabungkannya dengan jenis makanan yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, maka produk usaha Anda berpeluang untuk disukai banyak orang. 
             
1.1.3.DayaBeli                 
Sebelum menentukan produk yang akan dijual, lihat dulu lokasi yang menjadi tujuan usaha Anda, dan lingkungan sekelilingnya. Saya mengungkapkan, pemantauan kawasan sekeliling lokasi tujuan akan menentukan produk apa yang paling tepat untuk dijual. Observasi akan menentukan produk jualan berdasarkan daya beli masyarakat. Jika produk yang dijual terlalu mahal, sedangkan daya beli masyarakat rendah, maka bisnis tidak akan berjalan lancar.
             
1.1.4.Rencanaproduksi 
Konsep rencana produksi juga harus dipikirkan lebih lanjut. Perhatikan dengan teliti dari sumber bahan baku, alur produksi, harga produksi, peralatan, kualitas, keunggulan produk, sampai kemasan produk yang akan dijual.

1.2 Fitur Finansial
Dalam aspek finansial ini akan disajikan informasi tentang biaya investasi, modal kerja, cash flow dan biaya operasional yang terdiri dari fixed cost dan variable cost. Sebelum menyusun analisis kelayakan finansial maka perlu dibuat ihktisar biaya investasi.
Cashflow merupakan aliran kas dari suatu usaha yang terdiri dari penerimaan usaha (inflow) dan pengeluaran usaha (outflow). Aliran kas disusun untuk menunjukan perubahan kas selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya.













BAB II
Deskripsi Umum Perusahaan


2.1.1  Nama dan Alamat Perusahaan
      Nama perusahaan              :  CupCake Sport
      Alamat perusahaan            :  Jl. Veteran, No. 66 Semarang-Jawa Tengah
      No. Telp                            :  (021)214913

2.1.2  Nama dan Alamat Pemilik
Namapemilik           
:
Dea Ayu F.N
Alamat pemilik
:
Jl. Tandang RT 04/X
No. Telp
083818091300

2.1.3.  Nama dan Alamat Penanggung jawab
Nama
:
Mitha Purnatami
Alamat
:
Dea Ayu F.N
No. Telp
:
087788113766

2.1.4.  Informasi tentang bisnis yang dilaksanakan
Dalam perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan  yang menjual brmacam-macam model cupcake dengan motif club-club olahraga sepak bola dengan selera masyarakat Sukabumi, khususnya untuk kaum remaja.
Sebelum kami menjalankan perusahaan yang kami rencanakan ini, maka kami harus mempunyai modal usaha. Untuk merencanakan pemasaran, perusahaan kami akan mempromosikan dan mendistribusikan produk kami melalui pasar tradisional maupun pasar modern yang mudah terjangkau oleh para pembeli/konsumen.
 
BAB III
RANGKUMAN EKSEKUTIF

3.1.   Latar Belakang
Setiap orang pasti ingin menjadi Bos di bisnis atau usaha-nya sendiri. Hanya orang-orang yang berpikiran sempit-lah yang seumur hidup ingin menjadi orang gajian.
Banyak sekali jalan menuju kesuksesan, salah satu diantaranya dengan membuat sebuah cikal-bakal bisnis yang diharapkan mampu mengembangkan daya kreativitas dan inovasi. Hal ini sangat membutuhkan keberanian yang luar biasa. Hanya orang bernyali besar-lah yang mampu meng-gelontorkan sejumlah dana demi sebuah harapan yang belum pasti.
Bisnis adalah sebuah pembelajaran, dimana dibutuhkan analisa yang sangat dalam tentang prospek dan kelayakan dalam usaha itu. Oleh karena itu, bisnis itu harus dimulai sejak dini sehingga kita memiliki banyak waktu untuk dapat berpikir dan mengolah otak demi kesuksesan usaha tersebut.
Peluang usaha di depan mata, tidak ada salahnya kalau kita memulai sekarang. Inilah yang melatar belakangi berdirinya sebuah Toko Kue bernama CupCake Sport.
Akhir-akhir ini sering kali kita lihat pada media televisi, koran, serta internet banyak sekali pemberitaan mengenai sepakbola terutama pada Liga Champions yang diikuti oleh berbagai club-club sepak bola terbaik didunia yang sedang digilain oleh sebagian masyarakat luas, maka dari itu kami terinspirasi untuk membuat Toko Kue bernama CupCake sport .

3.2. Visi dan Misi
Visi     : Untuk memberikan style baru produk cupcake untuk memuaskan para konsumen.
Misi     : Memberikan dan menerapkan pelayanan yang baik dan berkualitas demi kepuasaan pelanggan.
3.3. Lokasi
Lokasi yang dipilih merupakan suatu tempat yang strategis di Komplek Ruko Cisaat karena terdapat banyak sekolah dimulai dari SD,SMP,SMA, lokasi mudah terlihat dan berada di jalan utama perumahan yang merupakan jalan lalu lalang masyarakat sekitar sehingga dapat dengan mudah dicari dan didatangi.
3.4. Ruangan / Tempat yang dibutuhkan
Ruangan / Tempat yang dibutuhkan pada awal membuka usaha toko ini yakni 1 ruangan berukuran 12x 6m.
3.5. Waktu Operasional
Waktu untuk melakukan pelayanan usaha ini dibuka daripukul 08.00 pagi sampai dengan pukul 21.00.
3.6. Target Pelanggan
Target pelanggan CupCake Sport ini adalah : untuk semua usia khusus bagi siswa dan siswa. Mereka adalah konsumen CupCake yang memiliki ciri khas tertentu. Selain menentukan lokasinya kita harus menentukan dekorasi atau penampilan toko tersebut. 
Usaha cupcakes ini cukup menjanjikan, karena masih sedikitnya pesaing cupcakes di kota Sukabumi. Selain harganya yang terjangkau, model cupcakes ini sangatlah beragam. Usaha Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah ke bawah maupun atas. Produk cupcakes disesuaikan dengan target pasarnya, oleh karena itu harga produk dapat terjangkau.



BAB IV
DESKRIPSI USAHA

4.1.   Produk yang dihasilkan
Dalam sehari penjualan cupcake ini menghabiskan sampai 15box kue dengan 6 pcs cupcake dalam 1 boxnya, telah termasukgarmis yang akan dipakai untuk setiap CupCakenya
Adapun kualitas produk atau mutu produk yang kami hasilkan memiliki beberapa keunggulan:
o   Bahan baku kue berkualitas tinggi dan dapat memuaskan konsumen dengan harga yang murah,
o   Bermacam-macam bentuk kue dengan style yang uptodate
o   Tahan lama menggunakan bahan pengawet alami

4.2.   Ruang Lingkup Usaha
Ruang lingkup lingkup usaha Toko Kue “Cupcake Sport” ini kami rancang dengan sebaik mungkin karena semua itu bisa berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan kami, maka dari itu kami berusah memberikan sesuatu yang terbaik untuk konsumen.
Toko kue “Cupcake Sport”  terletak di Jl.Veteran No.66 Semarang-Jawa Tengah. Toko ini  sudah memenuhi persyaratan berdirinya sebuah perusahaan, karena lokasi tersebut tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk dan akses transportasi menuju lokasi perusahaan sudah lancar.


4.3. Personalia dan Perlengkapan Kantor
Pemilik                                   :     Dea Ayu F.N
Penanggung Jawab               :     Mitha Purnatami
 Sekretaris                              :     Fathir Maulana Sani
Bendahara                             :     Martin Cipta Yogi Manurung





    BAB V
RENCANA PRODUKSI

5.1.   Proses Produksi
Proses produksi yang kami jalankan dalam perusahaanCupCake Sport ini dapat dilihat pada bagan berikut :

1.Panaskan oven pada suhu 180º C,
2.Kocok mentega, gula, garam hingga mengembang dan pucat, kemudiamasukkan telur, kocok lagi hingga tercampur rata dan mengembang,
3.Masukkan  tepung  terigu  dan  coklat  bubuk  secara  bergantian,  sambil diaduk hingga rata,
4.Tuang ke dalam loyang cupcakes dan panggang hingga matang selama 30 menit,
5.Angkat kemudian dinginkan.
6.Desain lapisan atas Cupcake dengan model bertipe sport atau olah raga mencakup logo club dan atribut-atribut lain sepak bola yang anda sukai.

5.2.   Sumber-sumber Produk / Bahan
Untuk sumber-sumber bahan baku kue, kami mengambil dari supplier atau perusahaan yang sudah terjamin dan terbukti kualitas kue dengan tekstur dan model kue yang menarik konsumen tentunya. Sehingga dengan begitu tidak merugikan berbagai pihak, baik dari pihak perusahaan maupun konsumen yang membelinya.

5.3.  Trend Perkembangan Pasar
Saat ini pertumbuhan ekonomi sangatlah berdampak pada hasil penjual barang maupun jasa yang ditawarkan. Apabila pertumbuhan ekonomi suatu Negara sedang membaik maka permintaan akan barang/ jasa masyarakat terhadap barang dan jasa akan lebih tinggi.
Ini berarti trend penjualan akan membaik pula maka suatu bisnis ataupun perusahaan yang menjual barang/ jasa penerimaannya akan lebih tinggi. Apabila dibandingkan ketika ekonomi Indonesia terkena krisis, maka daya beli masyarakat menjadi menurun, trend penjualan akan menurun akibatnya suatu bisnis atau perusahaan banyak yang mengalami kebangkrutan

5.4 Keunggulan Produk
a. Serbaguna.
Cupcakes memiliki berbagai keistimewaan dibandingkan kue pernikahan konservatif, karena dapat disajikan dengan berbagai rasa. Tidak hanya satu rasa yang biasa terdapat di banyak kue pernikahan. Dengan menggunakan cupcakes berbagai rasa yang berbeda dengan desain sport yang bermacam-macam, maka para tamu dapat menemukan rasa yang mereka kehendaki. Cupcakes sangat praktis, karena tidak perlu memotong-motong kue lagi. Sedangkan sebagai suvenir, cukup dikemas dalam wadah kotak atau plastik mika. Pasangan pengantin yang memilih cupcakes sebagai kue pengantin mereka pun tetap dapat mengadakan upacara pemotongan kue. Mintalah pembuat kue untuk membuatkan kue berukuran kecil, untuk diletakkan di bagian atas. Kue berukuran kecil inilah yang akan digunakan pada acara pemotongan kue.

b. Laris.
Sebagian besar masyarakat sering mengkonsumsi cupcakes. Cupcakes layaknya kue-kue yang acap kali ditemukan di bakery-bakery tiap daerah. Cupcakes dapat disajikan sebagai oleh-oleh dan acara seperti pesta, yang sangat praktis dan tidak merepotkan. Oleh karena itu cupcakes sangat digemari penikmatnya.

c. Trendi.
Sekarang ini cupcakes ada di mana–mana, terlihat dari beberapa contoh cupcakes di sejumlah media. penataannya cukup banyak pilihan dan tampil memukau. Apalagi ketika ditumpuk bersama-sama pada setiap lapisan tempat cupcakes, maka tampilan cupcakes akan sangat mengesankan.

d. Mudah dibuat.
Bagi baker atau pembuat kue yang berpengalaman, maka cupcakes dapat dibuat beberapa minggu sebelumnya dan dibekukan di tempat kedap udara. Namun demikian, dekorasi untuk menghiasi cupcakes relatif rumit karena dikerjakan satu persatu dan biasanya dibuat dalam jumlah relatif banyak. Apalagi bila pesta dihadiri oleh banyak tamu, dan cupcakes akan menjadi bagian dari jamuan untuk para undangan. 
BAB VI
PERENCANAAN PERMODALAN


6.1.   Sumber-sumber permodalan
Sebagai sumber awal mula pendirian Cupcake Sport yaitu dari pemilik toko kue sendiri. Sebagai investasinya untuk itu didirikanlah perusahaan dalam bidang perdagangan home industri.

6.2.   Neraca Permulaan Perusahaan
a)      Biaya produksi per tahun terdiri dari:
1.      Modal Awal produksi
Bahan Baku                                                                         Rp.  2.138.000,-                                                                                
Renovasi Awal & Desain Interior
Rp.   2.000.000,-
Kitchen Set
Rp.   1.000.000,-
Biaya Soft Opening dan Promosi awal
Rp.      500.000,-
Biaya gaji karyawan bulanpertama
Rp.   1.800.000,-  +
Jumlah Modal Produksi
Rp.   7.438.000,-

2.      Biaya lain-lain
       · Listrik /1 bulan                                        Rp.        75.000,-
       · Asuransi                                                  Rp.   2.000.000,-
       · Transportasi                                            Rp.      100.000,-
        · Pajak                                                        Rp.        50.000,-
    · Pemeliharaan toko dan peralatan    Rp.      300.000,-  +
Jumlah biaya lain-lain                                Rp.   2.525.000,-
Total seluruh biaya produksi (1 + 2)
Jumlah modal produksi                              Rp.      7.438.000,-
Jumlah biaya lain-lain                                       Rp.      2.525.000,-    +
Total                                                              Rp.      9.963.000,-


6.3.   Proyeksi Aliran Kas
Pada usaha kami proyeksi keuntungan kotor adalah 30% dari penghasilan. Rata-rata untuk toko kami ini, akan mampu menjual sekitar 5400 box pertahun, sehingga jika diambil keuntungan kotor pertahun adalah sekitar Rp.162.000.000,- pertahun dan keuntungan kotor perbulan yaitu Rp. 13.500.000,- .Keuntungan bersih dari hasil keuntungan kotor diatas adalah 162.000.000 – (162.000.000 * 30 %) = 162.000.000 – 48.600.000 =  113.400.000, jadi keuntungan bersih yang akan didapat yaitu Rp 113.400.000,- pertahun.
Jika dalam penjualan cupcake per pcs Rp 5000,- maka dalam penjualan 1 box cupcake yang berisi 6 pcs Rp 30.000,- dengan 15 box yang terjual kepada konsumen perhari maka  kami mendapatkan Rp 450.000,- dan Rp 9.450.000,- perbulannya.
Apabila pendapatan dari usaha cupcake sport ini stabil maka dalam 2 atau 3 bulan modal akan kembali.





6.4.   Proyeksi Penjualan
Tahun
Jumlah Penjualan
Harga per box cupcakes
Proyeksi Penjualan
2012
5400 box
Rp. 30.000
Rp.162.000.000
2013
5670 box
Rp. 30.000
Rp.170.100.000
2014
5940 box
Rp. 30.000
Rp.178.200.000
2015
6210 box
Rp. 30.000
Rp.186.300.000
2016
6480 box
Rp. 30.000
Rp.194.400.000
Tabel 6.4.1   

Proyeksi Penjualan cupcakes keuntungan diperkirakan naik 5 % per tahun
Keterangan : 1 box cupcake sport berisi 6 pcs kue cupcake sport dengan harga per pcs Rp. 5.000 .

Biaya tetap :
             Biaya gaji pertama karyawan              Rp.  1.800.000,-
                                                            
      Bahan Baku                                           Rp.  2.138.000,-
                                                                                
      Listrik /1 bulan                                        Rp.        75.000,-
            Asuransi                                      Rp.   2.000.000,-
            Transportasi                                            Rp.      100.000,-
            Pajak                                                        Rp.        50.000,-
            Pemeliharaan toko dan peralatan      Rp.       300.000,-  +
Jumlah biaya lain-lain                                Rp.   6.463.000,-


























6.5.   Perencanaan Laba Rugi
INVESTASI
JUMLAH (RP)
1.   Penyusutan gedung dan peralatan
      Rp      100.000,-
2.   Gaji pegawai
      Rp. 1.800.000,-
Jumlah
Rp.   1.900.000,-
Biaya variable/ produksi
Bahan Baku
       Rp.2.138.000,-
Kitchen Set                   
       Rp. 1.000.000,-
Jumlah
       Rp.3.138.000,-
Biaya-biaya lain
1.  Listrik                                                
2.  Asuransi                                          
3.  Transportasi            
5.  Pajak             
      Rp.      75.000,-
Rp.   2.000.000,-
Rp.      100.000,-
Rp.        50.000,-
Total Modal produksi
Rp.   2.225.000,-
TOTAL MODAL (PENGELUARAN)
Rp.   7.263.000,-
Pendapatan
Penjualan kue cupcake sport
     Rp  13.500.000,-
TOTAL PENDAPATAN
     Rp  13.500.000,-
PROYEKSI LABA/RUGI(KEUNTUNGAN)
Total Pendapatan
Total modal / Pengeluaran


Rp.13.500.000,-
   Rp. 7.263.000,-
TOTAL KEUNTUNGAN BERSIH
Rp. 6.237.000,-

6.6  ANALISIS BEP(BREAK EVEN POINT)

Rumus berdasar nilai
          FC
  BEP = --------------
           1 - VC
                P
·         FC : Biaya Tetap
·         P : Harga jual per unit
·         VC : Biaya Variabel per unit
Penyelesaian :
BEP = 6.463.000   
        1-(30.000/5000)
        = 6.463.000/ (1-6)
       =6.463.000/5
       =1.292.600
BAB VII
PENUTUP

Sebuah inovasi yang hebat tidak pernah lepas dari ide sederhana yang kreatif. Walaupun cupcake sport tersebuti terkesan sederhana , namun jika dipadukan dengan pola pikir yang kreatif dan inovatif , maka tidaklah mustahil jika rangkaian ini bisa menjadi sebuah solusi besar yang sangat membantu kita dalam melakukan usaha berbisnis kue dengan keuntungan yang besar.